Aturan Aman Konsumsi Vitamin saat Hamil

Aturan Aman Konsumsi Vitamin saat Hamil

Aturan Aman Konsumsi Vitamin saat HamilKebutuhan nutrisi ibu hamil harus dipenuhi dengan baik. Tak hanya demi kesehatan sang ibu, hal ini sangat penting demi kondisi si buah hati. Salah satu produk vitamin yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil adalah Blackmores. Berikut adalah aturan konsumsi vitamin bagi ibu hamil yang bisa Anda terapkan.

  1. Cari Tahu Kebutuhan Nutrisi

Pastikan Anda mencari informasi lengkap mengenai jenis nutrisi apa saja yang dibutuhkan. Tak hanya itu, Anda juga perlu memahami berapa kadar tiap jenis nutrisi yang bisa diterima oleh tubuh saat hamil. Kekurangan maupun kelebihan jenis kandungan gizi tertentu tidak baik bagi tubuh dan si kecil di dalam kandungan.

  1. Konsultasi dengan Dokter

Jangan pernah mengonsumsi suplemen di masa kehamilan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Sangat disarankan untuk mengonsumsi suplemen yang memang sudah diresepkan oleh dokter kandungan Anda. Memang benar jika suplemen kehamilan bisa dibeli secara bebas, namun bukan berarti bebas dikonsumsi.

Aturan dari dokter kandungan akan memandu Anda untuk mendapatkan jenis nutrisi yang tepat. Dokter juga bisa memahami seperti apa kondisi janin yang ada di dalam kandungan. Hal ini berpengaruh pada jenis suplemen seperti apa yang perlu dikonsumsi agar ibu dan anak selalu sehat.

  1. Pilih Waktu yang Tepat

Konsumsi vitamin kehamilan juga perlu dilakukan di waktu yang tepat. Ternyata sebagian besar orang masih salah mengira konsumsi vitamin kehamilan hanya dibutuhkan saat mulai masuk trimester pertama. Sebenarnya vitamin ini bisa dikonsumsi jauh sebelum Anda benar-benar hamil.

Saat mempersiapkan kehamilan, Anda dianjurkan minum vitamin untuk memastikan tubuh lebih siap mengandung si buah hati. Konsumsi vitamin sebelum masa kehamilan akan sangat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi untuk ibu maupun anak.

  1. Imbangi Pola Makan Sehat

Jangan hanya menggantungkan diri pada produk suplemen kehamilan. Anda dan si kecil di dalam kandungan membutuhkan asupan nutrisi yang lebih lengkap lewat makanan. Pastikan untuk selalu menjaga pola makan sehat demi kebaikan pertumbuhan si kecil.

Menjaga pola makan sehat juga berpengaruh pada kelancaran saat melahirkan. Pola makan yang sehat akan membuat tubuh menjadi lebih kuat dan siap untuk melahirkan. Kebutuhan nutrisi si kecil juga bisa terpenuhi dengan baik sehingga membuat ia tumbuh sehat dan cerdas sejak di dalam kandungan.

  1. Periksa Keamanan Produk

Penting sekali untuk selalu memeriksa keamanan produk suplemen yang akan dikonsumsi. Pastikan bahwa produk tersebut sudah lolos BPOM dan terbukti aman untuk ibu hamil. Baca kembali kandungan nutrisi yang dimiliki oleh produk tersebut dan pastikan produk jauh dari tanggal kedaluwarsa.

Itulah tadi beberapa aturan konsumsi vitamin saat hamil. Anda bisa mendapatkan suplemen kehamilan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan anjuran dokter. Produk suplemen ini bisa didapatkan di apotek maupun toko perlengkapan bayi di sekitar Anda.

5 Penyebab Bayi Sering Gumoh yang Harus Diwaspadai

5 Penyebab Bayi Sering Gumoh yang Harus Diwaspadai

5 Penyebab Bayi Sering Gumoh yang Harus Diwaspadai

Gumoh atau istilah medisnya refluks biasa terjadi pada bayi. Kondisi ini biasa terjadi pada bayi pada awal-awal kehidupannya. Hal ini dikarenakan banyaknya udara yang ditelan bayi yang masih memiliki ukuran lambung kecil dan katup lambung yang belum benar-benar kuat. Oleh karena itu, Anda harus lebih waspada lagi terhadap hal-hal yang menjadi penyebab bayi sering gumoh seperti informasi berikut ini.

1. Posisi Bayi dan Ibu Saat Menyusu

Penyebab pertama bisa datang dari posisi Anda sebagai Ibu yang menyusui sambil tiduran miring sedangkan posisi bayi telentang. Hal ini dapat menyebabkan cairan ASI tidak masuk ke dalam saluran pencernaan bayi. Justru akan terjadi sebaliknya, ASI dapat masuk ke dalam saluran pernapasan bayi.

Lebih baik posisikan kepala bayi lebih tegak saat menyusu dan setelah menyusu. Lakukan dan pertahankan posisi ini setidaknya selama 20 sampai 30 menit. Terlebih lagi setelah bayi selesai menyusu agar susu tidak naik kembali ke kerongkongan atau ke sistem pernapasan.

2. Bayi Mengonsumsi ASI Terlalu Banyak

Apabila Anda ingin memberikan ASI kepada bayi, usahakan jangan terlalu berlebihan. Gumoh pada kasus ini disebabkan bayi belum bisa bilang bahwasannya bayi sudah kenyang. Lebih baik Anda memberikan ASI dalam jumlah yang sedikit namun sering, setidaknya setiap 30 menit. Setelah itu jangan lupa untuk mengusahakan bayi sendawa setiap kali selesai menyusu.

3. Ukuran Dot

Jika Anda tidak memberikan ASI secara langsung atau bayi tidak menyusu kepada Anda, maka bisa Anda pilihkan botol susu dengan ukurang dot yang pas dan sesuai dengan bayi. Jangan memilihkan ukuran dot yang terlalu besar. Hal ini dapat mengakibatkan bayi akan meminum susu terlalu banyak dan dapat mengakibatkan gumoh. Jangan pula memilihkan ukuran dot yang terlalu kecil. Sesuaikan saja dengan kebutuhan minum bayi.

4. Langsung Menidurkan Bayi Setelah Menyusu

Penyebab gumoh berikutnya adalah menidurkan bayi setelah menyusu. Hal ini adalah hal yang kurang baik untuk kesehatan bayi. Jika Anda sudah memberikan susu ASI, maka usahakan untuk menggendongnya terlebih dahulu dengan posisi kepala tegak seperti tadi selama 20 sampai 30 menit. Berilah waktu agar susu bisa sepenuhnya ditampung oleh lambung bayi. Begitu juga jika Anda hendak menaruhnya di mobil dan memberikannya seat belt.

5. Posisi Tidur dan Pemakaian Gurita

Pada umumnya, Ibu hamil akan menidurkan bayi dengan memakaikan kain gurita yang kencang. Hal ini juga bisa menyebabkan perut bayi lebih tertekan daripada biasanya. Terlebih lagi jika bayi memiliki kebiasaan tidur tengkurap dan selesai minum susu. Lebih baik gunakan saja kain lainnya sebagai selimut saat bayi tidur.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab bayi sering gumoh yang bisa Anda perhatikan lagi. Mulai dari sekarang, biasakan Anda lebih perhatian lagi dengan kebiasaan-kebiasaan kecil dalam hal memberikan susu kepada bayi.

5 Makanan ini Baik untuk Nutrisi Otak Anak, Apa Saja?

5 Makanan ini Baik untuk Nutrisi Otak Anak, Apa Saja?

5 Makanan ini Baik untuk Nutrisi Otak Anak, Apa Saja?

Sebagai orangtua, tentu Anda menginginkan buah hati dapat tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Anak cerdas tak semata-mata hanya karena faktor rajin belajar saja, namun juga asupan nutrisinya yang terpenuhi dengan baik. Karena pola makan si Kecil ternyata berpengaruh pada nutrisi otak anak.

Lantas apa saja rekomendasi makanan yang baik untuk pertumbuhan serta perkembangan otak anak? Simak dalam artikel di bawah ini.

  1. Telur

Siapa tak menyukai makanan yang satu ini. Selain menjadi sumber protein, telur juga mengandung kolin yang terdapat pada bagian kuning telur. Kandungan kolin pada telur inilah yang dapat membantu perkembangan otak anak, terlebih perkembangan daya ingat atau memorinya.

Namun Anda tak perlu memberikan telur kepada si Kecil secara berlebihan, satu butir telur setiap hari sudah cukup untuk memenuhi asupan nutrisinya.

  1. Ikan Laut

Ikan laut baik untuk dikonsumsi anak-anak, karena mengandung lemak esensial yang diperlukan oleh otak. Tubuh tidak memproduksi lemak esensial, sehingga Anda dapat memenuhinya melalui ikan laut seperti salmon dan tuna. Jenis asam lemak yang dibutuhkan tubuh adalah omega 3 dan omega 6, dimana banyak terkandung pada ikan tersebut.

  1. Buah Beri

Jenis buah beri seperti blueberrry, strawberry dan raspberry dapat berperan sebagai nutrisi otak anak. Penelitian menunjukkan bahwa buah blueberry dan strawberry dapat membantu memperbaiki daya ingat otak, sehingga baik untuk meningkatkan kemampuan mengingat si Kecil. Bahkan biji dari buah beri mengandung asam lemak omega 3 yang juga baik untuk kecerdasan otak anak.

  1. Kacang-Kacangan

Kacang merupakan makanan yang tinggi antioksidan dan juga vitamin E, sangat baik untuk melindungi membran sel otak dari bahaya radikal bebas. Karena itulah kacang menjadi makanan yang direkomendasikan karena dapat membantu mencerdaskan otak anak.

Kacang merah, kacang hijau, kacang tanah, kacang almond, dan jenis kacang lainnya dapat diolah menjadi makanan bercitarasa lezat yang disukai si Kecil.

  1. Oatmeal

Makanan yang satu ini cocok dikonsumsi saat sarapan karena praktis dan juga lezat. Oatmeal menjadi makanan yang kaya akan nutrisi serta baik untuk perkembangan otak anak, mulai dari karbohidrat, fiber, vitamin B, vitamin E, zat besi hingga potassium.

Anda dapat menyajikan oatmeal bersama dengan susu dan buah-buahan segar, agar semakin lezat dan semakin kaya akan gizi.

Perlukah Memberikan Asupan Vitamin Tambahan?

Selain mencukupi kebutuhan makanan sehat dan bernutrisi bagi si Kecil, Anda sebagai orangtua tentu menginginkan asupan vitamin pada anak terpenuhi dengan baik. Lalu sebenarnya perlukah memberikan asupan vitamin tambahan bagi anak?

Suplemen rupanya hanya dibutuhkan jika si Kecil memiliki gangguan kesehatan atau kondisi khusus, misalnya saat mengalami asma, diare, kondisi kekurangan gizi lainnya, dan juga ketika anak susah makan sehingga asupan nutrisinya sangat rendah.

Itulah makanan yang baik untuk nutrisi otak anak. Kini Anda sudah mengetahui makanan yang baik untuk perkembangan otak si Kecil, sehingga dapat Anda tambahkan ke dalam menu makan mereka.

Cara Persalinan: Persiapan Penting Untuk Kelahiran Normal

Cara Persalinan: Persiapan Penting Untuk Kelahiran Normal

Cara Persalinan: Persiapan Penting Untuk Kelahiran Normal

Bagi ibu yang sedang hamil mempersiapkan persalinan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Ya, hal ini sangat beralasan karena dengan pengetahuan terkait cara persalinan, maka proses persalinan nantinya akan bisa dilakukan dengan lancar tanpa adanya masalah yang kemungkinan terjadi.

Tentu, setiap ibu hamil menginginkan untuk bisa melakukan persalinan secara normal. Persalinan yang normal akan membuat mereka merasa seutuhnya menjadi ibu dan tentu persalinan normal cenderung lebih menyehatkan.

Pada kesempatan ini akan dibahas tentang beberapa persiapan penting yang harus dilakukan untuk menyambut kelahiran secara normal. Apa saja? Simak beberapa ulasan di bawah ini.

Beragam Persiapan Persalinan Normal

Untuk bisa melakukan persalinan normal dengan baik, maka ada beberapa persiapan yang harus dilakukan dengan baik pula. Adapun beberapa persiapan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Mempelajari proses persalinan

Salah satu hal awal dan mendasar yang harus dilakukan oleh seorang ibu hamil saat hendak melakukan persalinan adalah mempelajari proses persalinan terlebih dahulu. Cukup banyak ibu hamil yang menghindari hal ini karena alasan takut. Padahal, pengetahuan tentang proses persalinan merupakan hal yang begitu penting.

Cobalah temukan referensi yang tepat mengenai penjelasan proses persalinan. Ibu hamil juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mempelajari proses persalinan tersebut. Dengan pengetahuan yang dimiliki, nantinya mental dari ibu hamil untuk melakukan persalinan akan cenderung lebih bagus.

  • Mempersiapkan tubuh

Hal lain yang sangat penting selain mempelajari cara persalinan adalah mempersiapkan tubuh. Tidak dimungkiri bahwa persiapan tubuh merupakan hal yang akan sangat berpengaruh pada proses persalinan yang akan dihadapi. Persalinan sendiri nantinya memerlukan kondisi tubuh yang kuat dan sehat.

Oleh karenanya, bagi ibu hamil, melakukan aktivitas olahraga sesuai anjuran adalah hal yang penting. Olahraga tersebut bisa menjadi cara yang efektif untuk menjaga kebugaran tubuh, termasuk mempersiapkan organ intim sebelum proses persalinan berlangsung.

  • Memilih lokasi persalinan yang tepat

Memilih lokasi persalinan juga menjadi hal yang harus dipersiapkan. Perlu diketahui bahwa lokasi persalinan umumnya memiliki fasilitas dan standar yang berbeda. Nah, dalam hal ini, memilih lokasi persalinan yang tepat dengan fasilitas yang lengkap tentu menjadi opsi terbaik.

Beberapa hal di atas merupakan langkah yang perlu dilakukan sebagai persiapan dalam menyambut persalinan dengan cara normal. Tentu saja, selain beberapa cara di atas, masih ada beberapa hal lain yang harus dipersiapkan.

Menjelang persalinan, Anda –sebagai ibu hamil, sebaiknya meningkatkan intensitas konsultasi dengan dokter. Proses konsultasi ini bisa menjadi ajang bertanya mengenai cara persalinan yang tepat, terutama disesuaikan dengan kondisi kehamilan. Tentu, dengan proses konsultasi ini masalah persalinan yang mungkin muncul akan bisa diatasi dengan baik.

Deskripsi: cara persalinan adalah hal yang harus dipersiapkan oleh ibu hamil menjelang proses persalinan demi kelancaran proses dari awal hingga akhir.